Sobat Mancing Mania, Walaupun pemancing tidak
lepas dari predikat negatif sebagai ‘pengangguran’ karena menghabiskan waktu
berjam-jam untuk hasil yang tidak terlalu banyak, atau predikat ‘pemboros’
karena apabila dihitung-hitung antara modal untuk mancing dan hasil yang
didapat seringkali besar pasak daripada tiang, tetapi sedikit banyak kita bisa
belajar dari para penunggu ikan ini.
Saya termasuk orang yang hobi mancing. Malah dulu
waktu masih sekolah, saya selalu menyempatkan mancing di sungai setelah pulang
sekolah. Ndak tanggung-tanggung, acara mancing pulang
sekolah mulai jam 1
sampai jam setengah 6, hampir tiap hari. Memang tidak banyak hasilnya, paling
10 ikan Wader, lele atau Konclong (ikan gabus yang masih kecil). Tapi setiap dapat,
selalu dikumpulkan, dan kalau sudah banyak dimasak di dapur untuk dimakan
bareng-bareng teman2.
Lantas dimana filosofinya?. Banyak orang
mengatakan filosofi mancing terletak pada kesabarannya menunggu ikan. Padahal
sebenarnya bukan disitu intinya. Filosofi mancing yang paling menawan adalah
orientasinya yang menitikberatkan pada proses.
Kata ‘berorientasi pada proses’ sepertinya
sesuatu yang biasa. Tidak ada istimewanya sama sekali. Tapi apakah memang
demikian?. Coba kita simak gambaran berikut ini.
Sobat mancing Mania, Seorang pemancing sejati
(benar-benar penghobi, bukan sebagai pekerjaan atau bertujuan memenuhi
kebutuhan lauk di dapur) selalu mempersiapkan peralatannya sebelum mancing.
Peralatan mancing yang tidak murah, walaupun juga tidak mahal (kecuali yang
biasa dipakai di acara Mancing Mania) menjadi sarana wajib yang perlu diteliti
sebelum berangkat. Selanjutnya menyiapkan umpan. Mulai dari yang sederhana,
biasanya cacing, ulat, kroto, atau apapun yang langsung bisa dipakai, sampai
dengan racikan keju, roti, daging ikan, essence makanan, pasta, yang semuanya
harus diolah seperti layaknya masakan untuk manusia. Setelah semua siap, baru
berangkat ke tempat pemancingan. Bisa di kolam pancing (sistem harian tentunya,
kalau kiloan sama saja dengan beli ikan), sungai, atau di danau Ngebel seperti
saya.
Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan
untuk sekali mancing. Saya sendiri biasa menyiapkan antara Rp.50.000 sampai
Rp.75.000 hanya untuk umpan, rokok, bensin dan persiapan kalau lapar .. hehehe
Apa yang di dapat?. Ya namanya mancing tidak bisa
dipastikan. Kadang dapat banyak, kadang hanya dapat 1 ekor, kadang gak bawa
apa-apa. Lha apa nggak rugi?. Kalau dihitung dengan rumus matematika ya pasti
rugi. Dan pasti lebih banyak ruginya daripada untungnya. Lantas kenapa masih
terus mancing?.
Dari sini terlihat seringkali orang
mencampur-aduk antara orientasi proses dan orientasi hasil. Seorang pemancing
sejati orientasinya pada proses, bukan hasil. Jadi kalau ada pemancing sejati
yang diberi ikan secara cuma-cuma oleh pemilik tambak/kolam, belum tentu
diterima. Kalaupun diterima tidak dengan hati gembira ria seperti kejatuhan
rejeki dari langit. Pemancing sejati hanya menerima itu sebagai bentuk
kesopanannya untuk tidak menolak pemberian. Kenapa? Ya karena pemancing sejati
orientasinya pada proses, bukan hasil. Kalau menerima dengan senang hati, atau
malah berharap diberi lebih banyak, berarti bukan seorang pemancing sejati.
Atau mungkin di dapur sedang tidak ada lauk hahaha.
Dari sini kita bisa belajar bahwa sebenarnya
hidup itu SEMESTINYA sama dengan pemancing sejati. Besarnya pengorbanan yang
kita lakukan SEMESTINYA bukan untuk mendambakan hasil, tapi semata-mata untuk
menciptakan proses yang baik.
Ketika kita bekerja, lakukan pekerjaan itu sebaik
mungkin. Jangan pernah melihat hasilnya, karena yang sebenarnya dinilai oleh
Sang Pencipta adalah prosesnya. Sehat atau cacat, miskin atau kaya, pejabat
atau kuli, semua sama-sama melakukan proses. Tidak ada yang berbeda.
Ingatlah selalu bahwa tugas kita hanya di
prosesnya. Kita hanya perlu menyiapkan proses dengan baik, melakukan proses
dengan baik, dan menyikapi proses dengan baik. Hanya itu?. Ya hanya itu yang
dinilai Sang Pencipta.
Tapi memang untuk melaksanakannya dalam hidup
tidak semudah orang mancing. Terutama dalam hal menyikapi proses dengan
baik.salam mancing mania.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar